Selasa, 02 September 2008

pesan sang wartawati...met berusaha!!!

Hari ini aku bertemu dengan seorang wartawawati, wanita yang begitu cekatan dalam

melakukan segala sesuatunya.nada bicaranya penuh dengan ketegasan dan fikiran yang

cerdas.dia menilai diriku dengan kata ungkapan yang menjerumuskan.aku adalah sosok

yang pintar dan bijaksana.kuberitahukan padanya bahwa aku suka sekali menulis puisi

dan kutunjukkan beberapa karyaku yang telah terpublish di sebuah situs yang cukup

memadai untuk penulis pemula sepertiku.dia memberikan komentar yang cukup

membangkitkan semangatku dalam memperbaiki karyaku.bahasa puisi yang kuungkapkan

masih terasa sangat lemah dan sedikit.sarannya untukku perbanyaklah membaca karya2

orang lain seperti taufik ismail,chairil anwar,dan 3 penulis puisi wanita.buatlah

referensinya dan pelajarilah di setiap ada waktu untuk menciptakan karya yang tidak

mudah dilupakan.dengan begitu aku akan bisa mencipta lebih indah dan kuat met

berusaha.

buat temen2 yang juga suka nulis sepertiku,maknai opini dari orang lain untuk kemajuan kita.met berusaha.

Sabtu, 02 Agustus 2008

TAK BERBEDA

aku masih menyibak
pagutan sendu
di pelipis matamu

kau jauhi keangkuhanku
dalam mencintamu

bagai kegelapan
yang menyelinap
dalam hutan sepi
kau sembunyikan
amarahmu

diam.............
tak berbalas

mengapa kau pilih bungkam
tak ungkapkan rahasia

tatap aku
rayulah pandangku

aku secantik
yang kau bayangkan

dan indah seperti dahulu
tak berbeda
saat kau merengkuhku

malang , 3 agustus 2008

10:00

Jumat, 01 Agustus 2008

AKU SEAKAN LUPA

aku seakan lupa
bagaimana suara tangis bayi
yang menggeliat merdu di pangkuan bundanya

aku seakan lupa
bagaimana seorang gadis tersedu
karna ditinggalkan kekasihnya

aku seakan lupa
bagaimana peluh keringat berderas
turun bagai hujan di wajah ayahku

aku seakan lupa
bagaimana cara menghargai segalanya

aku seakan lupa
bagaimana cara
bersedih yang biasa

karna semuanya kini
mengapatah terasa berat

aku seakan lupa
bagaimana senyum ibu
melepaskanku pergi

aku seakan lupa
bagaimana cara untuk bangkit

namun kini....................
tumpahkanlah kesedihan
karna itu adalah wajar
menangislah..........
tersedulah...........
resapilah............
kegetiran yang mengelabuimu

Malang , 2 Agustus 2008

07:43